Bagi
sebuah organisasi yang menjalankan kegiatan bisnis, politik,
pemerintahan, ekonomi, industri dan lain sebagainya tentunya membutuhkan
kehadiran
public relations yang piawai untuk membangun citra positif di benak publik sehingga akhirnya mampu membentuk opini publik. Kepiawaian praktisi
public relations dalam membangun citra positif suatu organaisasi tentunya tidak hanya sekedar
lip service semata namun harus diikuti dengan kemampuan dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Berikut adalah beberapa pengertian etika, yaitu :
mendefinisikan
etika sebagai sesuatu yang serigkali dipertukarkan dengan moral dan
nilai karena pertanyaan terkait etika secara umum merujuk pada apa yang
baik secara moral atau apa yang seharusnya dinilai. Moral merujuk pada
tradisi kepercayaan yang telah ada selama beberapa tahun atau beberapa
abad dalam sebuah masyarakat yang menekankan pada apa yang benar dan apa
yang salah. Sementara itu, nilai merujuk pada kepercayaan tentang suatu
obyek atau ide yang dipandang penting. Karena itu, lanjut Grunig, kita
mempelajari etika untuk menentukan bagaimana untuk membuat penilaian
moral dan penilaian nilai.
Dalam
Brautovic dan Brkan (2009) menyatakan bahwa etika adalah sekumpulan
kriteria yang menentukan pengambilan keputusan tentang apa yang salah.
Dalam Sandra M. Oliver melalui Handbook of Corporate Communication and Public Relations Pure and Applied (2004) menyebutkan beberapa definisi etika, yaitu :
- Etika merupakan studi tentang kode-kode etika standar dan penilaian moral.
- Etika merupakan sebuah risalah tentang moral.
- Etika merupakan sistem atau kode moral dari filsuf, agama, kelompok profesi tertentu dan lain-lain.
Para
ahli filsafat mendefinisikan etika sebagai sebuah studi moral tentang
apa yang dipandang benar dan apa yang dipandang salah yang mana dibatasi
oleh kemampuan manusia dalam memberikan alasan. Keputusan yang kita
ambil hanya dipandang baik oleh manusia manakala kita memiliki kemampuan
dalam memberikan alasan.
Dari pengertian etika di atas, terutama yang dirumuskan oleh para ahli filsafat, dalam kaitannya dengan
public relations, maka kita perlu dapat mengaplikasikan aspek-aspek filsafat dari etika secara aktual. Karena itu,
Patricia J. Parsons dalam bukunya
Ethics in Public Relations A Guide to Best Practice (2008 : 9) kemudian mendefinisikan Etika
Public Relations sebagai :
'' aplikasi dari pengetahuan, pengertian, dan penalaran terhadap
pertanyaan tentang perilaku benar atau salah dalam praktik profesional public relations''
Menurut James E. Grunig, para profesional
public relations
seringkali dihadapkan pada upaya untuk menanggulangi berbagai
permasalahan etika sebagai individu yang membuat keputusan tentang
kehidupan profesional mereka. Para profesional
public relations
juga harus memberikan pelayanan sebagai konsultan untuk membantu sebuah
organisasi agar memiliki cara-cara yang etis, bertanggung jawab, dan
keberlanjutan. Dengan demikian, etika
public relations
menekankan pada implikasi-implikasi etis dari berbagai strategi dan
taktik yang diterapkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi
public relations dan komunikasi dari sebuah organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar